Burung Gereja jadi Salah Satu Masteran bagi Para Pehobi

Pada kesempatan ini kami akan bahas seputar Burung Gereja jadi Salah Satu Masteran bagi Para Pehobi. Seolah tidak mau kalah dengan hiruk pikuk aktivitas manusia di pagi hari, itulah yang dilakukan juga oleh burung gereja. Burung yang satu ini hampir pasti selalu meramaikan suasana di pagi hari hingga menjelang siang dengan suaranya yang sangat khas.

Burung Gereja Jadi Salah Satu Masteran

Keluarga Burung Gereja

Biasanya burung ini terlihat berkoloni, bertengger di kabel-kabel gardu listrik, di atap-atap rumah atau di gedung-gedung tinggi. Mereka terbang kesana kemari, beberapa ada yang berkejaran seolah bercanda, bergumul di pasar, sesaat kemudian terbang cepat melewati kerumunan manusia yang hadir di dekatnya tanpa rasa khawatir.

Sejenis burung pipit ini di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan burung Gereja (Passer Montanus) atau disebut juga burung Pingai. Entah siapa yang memulai menyebutnya burung Gereja tidak ada literatur yang mencatatnya dengan pasti. Hanya saja, konon disebut demikian karena saat itu burung ini lebih banyak menghuni bagian-bagian bangunan sebuah Gereja yang memang menjadi tempat favorit burung ini.

Burung sejenis burung pipit ini termasuk dalam keluarga Passeridae. Ada burung sejenis burung gereja yang disebut House Sparrow yang terdapat di Eropa dan Afrika. Ciri-ciri burung ini yaitu memiliki postur sebesar burung Kenari, bulu burung ini memiliki perpaduan warna abu-abu, coklat, hitam dan putih tulang. Sebagai burung pemakan biji-bijian, burung ini memiliki paruh yang kuat.

Burung Gereja Jadi Salah Satu Masteran bagi Pehobi Burung

Dahulu burung ini dipandang sebelah mata di mata pehobi burung pekicau. Wajar, sebab burung Gereja termasuk salah satu burung yang cepat berkembangbiak. Jumlahnya juga berlimpah, hampir di setiap pulau di Indonesia ada. Saking seringnya mendengar ocehan burung ini, mungkin menjadi biasa dan tidak istimewa. Beda dengan burung pekicau lain yang orang jarang sekali mendengarkan di alam terbuka.

Namun, belakangan ini, banyak pehobi mulai marak menjadikan burung Gereja sebagai salah satu isian atau masteran. Bahkan, sudah ada yang mencoba memastering burung ini dengan suara burung lain. Cerecetan kicauannya yang khas kemudian menjadi alasan para pehobi melirik burung Gereja untuk dimastering maupun dijadikan burung masteran.

Alhasil kini di pasar hewan, burung ini pun laris manis diburu para pehobi. Rata-rata yang dipelihara yang jantan. Kalau betina suaranya lebih monoton. Memang yang menarik untuk masteran suaranya yang cerewet. Orang-orang menyebutnya suara Gereja tarung (berkelahi), itu yang dicari.

Baik sebagai burung masteran atau mastering, sebaiknya memelihara burung Gereja dari kecil. Usia muda akan memudahkan burung, dilatih dan lebih jinak. Memang akan beresiko, burung bisa kehilangan kicauan khasnya, apalagi di dekatnya banyak burung lain. Bila untuk keperluan burung masteran, sebaiknya menjauhkan burung Gereja dari suara burung lain. Ini bertujuan agar burung tetap memiliki suara bawaan alaminya.

Namun sebaliknya, bila memang mau dimastering, bisa langsung menyandingkan dengan burung lain. Salah satu yang bisa diisikan ke burung Gereja adalah burung Kenari, karena memang keduanya hampir mirip. Bisa juga mengisi dengan suara burung lain, tapi memang butuh ketelatenan.

Cara Memelihara Burung Gereja

Nampaknya mudah memelihara burung ini dari kecil. Namun jangan salah, meskipun terlihat bersahabat dan hidup di sekitar kita, burung ini rupanya memiliki tingkat stres yang tinggi. Bila tidak pandai merawat burung hasil tangkapan dewasa, bisa jadi kicauan yang terdengar seperti ketika burung ini hidup liar di alam bebas, tidak akan pernah kita dengarkan. Burung akan macet bunyi lantaran stres.

Untuk tangkapan dewasa, langkah awal bisa dicoba menempatkan burung di tempat yang tenang agar burung perlahan beradaptasi dengan suasana sangkar. Setelah burung terlihat lebih tenang, bisa mulai menggeser ke tempat yang lebih ramai. Bisa menempatkan sangkar di tempat yang mudah di akses burung Gereja liar.

Soal pakan, bisa dicoba memberikan menu campuran antara pur dan bijian dengan porsi seimbang. Selanjutnya biarkan burung beradaptasi dengan makanan barunya. Jangan terlalu paksakan memberikan pur saja, bisa-bisa burung kehilangan selera makan.

Ulat hongkong bisa diberikan untuk mencukupi kebutuhan protein si burung. Cukup 2-3 ekor diberikan setiap hari. Bila dirasa semakin jinak, bisa memperlakukan burung Gereja seperti memelihara burung pekicau lainnya. Pagi disemprot, dijemur kemudian diangin-anginkan.

Lain perlakuan ketika memelihara hasil tangkapan yang usianya masih kecil, atau disebut usia lolohan. Memang akan lebih mudahm, namun juga perlu hati-hati, sebab burung akan butuh peran kita sebagai induknya. Porsi makan dan menu makan juga harus sangat diperhatikan. Misalnya bisa dicoba membuat sendiri campuran pur dengan kuning telur.

Demikian informasi terkait dengan burung gereja jadi salah satu masteran bagi para pehobi, kami harap postingan kali ini berguna buat Anda. Mohon postingan ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.