Cucak Rawa Salah Satu Burung Peliharaan yang Mewah

Sekarang kami akan jelaskan tentang Cucak Rawa Salah Satu Burung Peliharaan yang Mewah. Burung yang satu ini bukan hanya terkenal karena namanya dilagukan oleh musisi campur sari kenamaan Tanah Air, Didi Kempot. Harganya yang fantastis, mencapai belasan juta rupiah sepasang, menjadikan burung bernama lokal Cucak Rawa (Pycnonotus zeylanicus) ini menjadi salah satu peliharaan mewah yang turut mendongkrak prestise pemiliknya.

Cucak Rawa Salah Satu Burung Peliharaan yang Mewah

Cucak Rawa memang pantas disebut sebagai burung yang “sembodo”, dalam bahasa Jawa yang artinya mumpuni. Lantaran, burung ini memiliki kicauan indah, volume keras, tajam dengan variasi beragam.

Para pehobi yang awalnya hanya berorientasi lomba, dengan membawa burung liar (bukan hasil penangkaran), perlahan sadar beralih ke burung hasil tangkaran, bahkan kini mulai membidik peluang dengan menangkarkannya.

Dari segi harga burung Cucak Rawa adalah burung yang tidak kenal musim. Sepanjang tahun dan bahkan semakin lama semakin mahal. Ada beberapa burung yang harganya musiman, kadang mahal kadang murah. Kalau burung Cucak Rawa stabil mahalnya dan suaranya itu mewah, membahana kemana-mana.

Perawatan burung Cucak Rawa

Untuk merawat burung Cucak Rawa caranya seperti di bawah ini :

  • Setiap pagi melepas kerudung sangkar
  • Diangin-anginkan di teras rumah
  • Dimandikan di keramba
  • Membersihkan kandang
  • Menjemurnya
  • Memberi makan misalnya setiap pagi dan sore di kasih extra fooding

Burung Lomba Wajib Hasil Ternak

Burung Cucak Rawa dikenal dengan banyak nama. Di dataran Melayu disebut burung Barau-barau, di tanah Sunda disebut burung Cangkurawah. Sedangkan di luar negeri disebut Bulbuls. Populasi burung Cucak Rowo saat ini masih banyak tersebar di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Sementara di pulau Jawa populasi burung Cucak Rowo sudah habis akibat perburuan liar yang tidak terkendali. Upaya melestarikan burung Cucak Rowo sudah dilakukan oleh beberapa kalangan. Salah satunya untuk orientasi atau kepentingan lomba, Pelestarian Burung Indonesia (PBI) sudah mewajibkan setiap ekor burung peserta lomba merupakan hasil ternakan (memakai ring).

Membedakan Kelamin Pakai Ilmu Titen

Bagi awam, membedakan mana pejantan dan mana betina burung Cucak Rowo memang sulit, sebab burung ini tergolong burung monomorfik yakni burung yang secara kasat mata memang tidak memiliki perbedaan yang menonjol.

Kalangan peternak pun mengaku tidak ada patokan pasti bagaimana membedakan antara jantan dan betina. Hanya saja ada cara yang selama ini diyakini benar yaitu menggunakan ilmu “titen”. Ilmu titen yaitu ilmu yang digunakan dengan cara memanfaatkan pengalaman dan kebiasaan selama bertahun-tahun mempelajari perangai burung ini.

Untuk membedakan jantan dan betina bisa dilihat melalui ciri fisik. Dipercaya oleh para pehobi, 50 persen jenis kelamin bisa dilihat melalui ciri fisik dan sisanya melalui suara. Misalnya dari segi fisik kepala jantan lebih bulat, sementara betina cenderung lebih datar. Dada betina lebih gemuk, sebaliknya jantan lebih langsing. Sementara itu, berdasarkan suara saat berkicau, burung betina biasanya ada bunyi kieknya. Ciri lain yang bisa dijadikan acuan untuk membedakan adalah perangai burung ini. Jantan akan cenderung lebih atraktif, sementara betina lebih tenang. Burung jantan lebih berani, agresif, karena memang termasuk jenis petarung. Sementara burung betina tingkahnya lebih manja.

Demikian info tentang Cucak Rawa Salah Satu Burung Peliharaan yang Mewah semoga bermanfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.